• 15

    Sep

    Awal Kisah Saya dan Blogdetik

    Hari ini terakhir kontes #30HariNonstopNgeblog yang diadakan blogdetik. Bagaimana rasanya? Senang tentunya. Inilah keputusan nekat saya berpartisipasi dalam lomba blog selama #30HariNonstopNgeblog tanpa putus. Pada awalnya, tulisan saya terkesan seperti curcol. Lama kelamaan, saya mengamati beberapa tulisan teman yang menjadi headline dan mencoba untuk menulis tematik. Alhamdulillah, sebagai seorang yang masih amatir, tulisan saya yang berjudul Mispersepsi Teknologi dan Media Sosial menjadi headline, meski hanya sekali itu. Saya sangat senang. Sore ini, ketika membuka portal blogdetik, ternyata tulisan teman saya (http://mutiarabirusamudra.blo
  • 14

    Sep

    Fakta Memasak sebagai Terapi Stres

    Saya iseng googling, tentang memasak apa bisa menghilangkan stres. Semuanya bermula dari rasa penasaran. Bassicly, saya memang suka memasak. Saat sedang banyak pikiran, saya lebih bersemangat memasak. Setelah selelsai memasak, pikiran saya sedikit ringan (meski masalah belum hilang. Entahlah, mungkin sugesti saya), apalagi jika saya tahu makanan hasil masakan saya ludes dimakan anak-anak kos. Puas rasanya. Saya juga kerap menguji seberapa banyak waktu yang saya butuhkan untuk memasak. Saya termasuk orang yang jarang mencoba resep baru dan eksperimen. Selain tidak memiliki kulkas, memvariasikan masakan kadang membutuhkan biaya yang lumayan buat kantong mahasiswa. Saya sering memasak menu yang sama dalam seminggu. Cukup bagi saya, saat beberapa teman berkomentar bahwa masakan saya enak. Us
  • 13

    Sep

    "Diet" di Mata Kakek dan Temanku

    Makan. Apa yang terpikir dibenak kita, saat ku menuliskan kata-kata ini?! Enak, kenyang, atau justru gemuk?! Ini berkaitan dengan kegemaranku menonton acara reality show, Jika Aku Menjadi. Biasanya, aku menonton acara bersama teman kontrakanku, Fara. Sesungguhnya kami punya kebiasaan yang sama saat menonton acara ini, selalu menangis. Tak peduli berapa kali kami telah menontonnya, tetap saja berakhir dengan mata merah dan hidung mampet . Kembali ke topik sebelumnya bahwa makan=gemuk. Saat ini, beberapa temanku (atau mungkin kalian yang tengah membaca tulisan ini) tengah menjalankan program diet, yakni mengatur pola makan untuk mengurangi berat badan. Aku juga termasuk orang yang berpotensi diet, mengingat tinggiku 159 cm dan berat badanku 63 kg. Aku pernah mengukuhkan niat untuk berdiet,
  • 12

    Sep

    Mempercayai Kekuatan Impian dan Alam Bawah Sadar

    Judulnya terkesan berat, mungkin seperti seorang yang ingin memberi motivasi. Pernah punya diary? Dan menuliskan hal yang kita inginkan dalam diary? Saya pernah menulis sesuatu dalam diari saya 7 tahun yang lalu, bahwa saya ingin tulisan saya diterbitkan di media massa dan juga menerbitkan buku. Apa yang terjadi? apakah menjadi kenyataan? Ya, selang beberapa tahun, tulisan saya memang diterbitkan, meski masih dalam tataran majalah fakultas dan koran kampus. Senang bukan?! Lalu bagaimana dengan menerbitkan buku? Apa saya sudah melakukannya? Sedang dalam proses, mohon doanya (meski hanya kumpulan cerpen dengan beberapa orang penulis). Itu juga yang pernah diajarkan di mayoritas MLM yang saya ikuti. Beberapa teman bilang, “apa itu MLM? Apa bedanya sama sales?”. Saya percaya denga
  • 11

    Sep

    Berterima Kasihlah pada Vicky

    Beberapa hari terakhir, infotainment banyak menayangkan berita seputar Vicky Prasetyo yang bernama asli Hendrianto alias Hendrik alias entah siapa lagi. Tiba-tiba ia menjadi sangat tenar selain karena pertunangannya yang gagal dengan Zaskia Gotic, bahasannya yang mbuletisasi mendadak jadi lelucon dimana-mana. Terlepas dari vicky sebagai sosok penipu ulung (seperti yang marak diberitakan), ia mendadak manjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Ya.. siapa sangka jika hal ini akan menjadi trend? Masih ingat kasus Eyang Subur yang melejitkan nama Arya Wiguna? Iya populer dengan slogan demi tuhan yang ia ucapkan sembari menggebrak meja. Iapun mulai wira-wiri diacara talk show di
  • 10

    Sep

    Bagaimana Menempatkan Emosi pada Tempatnya

    Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. Emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. Sebagai manusia yang diciptakan dengan sempurna (dibanding makhluk hidup lainnya) sebaiknya bisa menempatkan emosi sesuai dengan situasi dan kondisi. Ini bermula dari suatu kejadian, yang menurutku, harusnya tidak perlu ditanggapi dengan raut wajah masam. Adalah temanku, sebut saja Susi namanya. Ia seorang pecinta atau fans K-Pop yang sedang booming akhir-akhir ini. Apapun tentang Negara Korea, ia selalu memberikan antusiasmenya secara maksimal. Susi juga seorang ELF (Ever Lasting Friends), julukan untuk pengemar salah satu boy band asal Negeri
  • 9

    Sep

    Pilih merek dalam negeri atau branded tapi palsu?

    Barang palsu marak beredar di setiap sudut pasar, pertokoan hingga mall. Indonesia harus waspada, mengingat peredaran barang palsu secara tidak langsung akan mengurangi daya beli masyarakat terhadap merek lokal. Ini ada hubungannya dengan selera masyarakat Indonesia yang konsumtif. Mereka lebih berminat membeli barang palsu (belum tentu tahu palsu atau nggak) dengan harga murah, daripada merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan barang original. Barang original harganya lebih mahal berkali-kali lipat. Barang palsu dari merek ternama juga diproduksi di Indonesi, namun ada juga yang diimport dari China. Beberapa barang palsu yang diperdagangkan juga memperhatikan kualitas, namun tetap saja, tidak sebagus yang originalnya. Ada istilah KW1, KW 2, KW Super dan sebagainya. Sebagian penjual ju
  • 8

    Sep

    Nothing in Your Facebook..!

    Apa yang anda lakukan setelah bangun pagi? Mungkin tidak segera beranjak dari tempat tidur; guling ke kanan-kiri, menarik selimut dan mungkin (menurut saya) segera mencari handphone. Karena saya juga begitu. Dalam kondisi masih berbaring dengan hp smartphone di tangan, saya membuka facebook dan twitter. Membaca info terbaru dan berharap ada notifikasi dan tweet buat saya. Apakah selalu ada? Belum tentu juga . Ketika saya butuh data untuk posting tulisan di 30HariNonstopNgeblog, setelah melakukan koneksi internet, bukannya mencari data terlebih dahulu, saya justru malah keasyikan membaca status dan comment beberapa teman. Setelah bosan, saya baru log out. Mungkin anda juga melakukan hal sama seperti saya. Apakah ada sesuatu di dalam facebook Anda? No, nothing in your facebook. Salah seor
  • 7

    Sep

    Bahagia itu Tidak Sibuk dengan Urusan Orang Lain

    Bahagia itu sederhana. Menikmati hidup dan tidak sibuk dengan urusan orang lain, itu menurut saya. Ketika orang lain mendapatkan kebahagiaan melalui kelebihan rejeki, ikutlah berbahagia. Bagaimana kalau sampai iri? Boleh saja. asal rasa iri tersebut masih bermaksa positif; membuat kita bekerja lebih keras tanpa menyimpan rasa dengki, lagi-lagi itu menurut pemikiran saya. Bagaimana dengan sibuk mengurusi urusan orang lain? Apa-apa yang terjadi dengan orang yang ada disekeliling kita, cukuplah menjadi pelajara; entah kejadian yang bermakna positif atau negatif. Ketika ada teman curhat, saya selalu menjadi pendengar yang baik. Tidak selalu memberi saran, karena saya yakin, hal terbesar yang diinginkan teman curhat kita adalah didengarkan. Saya sesekali saja memberi saran , jika diminta. Kal
  • 6

    Sep

    30HariNonstopNgeblog adalah Bagaimana Menaklukkan Diri Sendiri

    Hai peserta kompetisi 30HariNonstopNgeblog? Bagaimana rasanya sudah melewati 20 hari masa kompetisi? Semoga tetap semangat dan selalu diberkahi kesehatan. Hari ini, saya sedang tidak memiliki bahasan tertentu. Mungkin karena belum terbiasa menulis setiap hari, atau mungkin juga karena ide-ide yang sulit bermunculan . Bagaimana rasanya setelah 20 hari ngeblog? Tidak percaya, karena sudah sejauh ini dan tanpa bolong seharipun. Bagi saya, ini gila. Aku tidak pernah menulis serutin ini. Apa sesungguhnya motivasi awal mengikuti kontes ini? Mungkin untuk meramaikan blog dan mengasah kemampuan bahasa tulisan yang sudah mulai tumpul. Namun yang penting bagi saya adalah bagaimana menaklukan diri sendiri dengan menyelesaikan tantangan ini. Manfaat apa yang telah saya dapatkan? Banyaklah. Saya jadi
- Next

Author

Follow Me